Ban truk bengkak

Penyebab Ban Truk Bengkak dan Cara Mengatasinya

Ban truk bengkak dapat menjadi masalah yang mengganggu pengemudi truk, terutama saat berada di jalan raya. Artikel ini akan membahas beberapa penyebab ban bengkak dan memberikan tips cara mengatasinya agar truk bisa kembali melaju dengan lancar.

Secara singkat, penyebabnya bisa beraneka macam, salah satunya yaitu karena tekanan angin tidak sesuai atau kondisi jalan yang sangat buruk. Hal inilah yang membuannya mengalami tekanan tidak merata hingga bengkak atau muncul benjolan pada bagian samping.

Itu sebabnya, ban truk benjol atau bengkak pada bagian samping bisa sangat berbahaya jika kondisinya terus dibiarkan. Sebab hal ini dapat mengurangi kemampuan truknya untuk dikendalikan hingga meningkatkan risiko kecelakaan saat berkendara.

Maka, periksa kondisi roda truk secara rutin dan perhatikan bagaimana cara mengatasi masalah ini agar bisa menghindari potensi bahaya yang mungkin terjadi. Semakin dini kondisi bannya diperiksa, maka semakin cepat juga cara mengatasinya bisa dilakukan.

Definisi Ban Truk Benjol Samping

Pelajari Penyebab Ban Kembung pada Truk

Ban truk benjol samping adalah kondisi di mana ban pada truk mengalami pembengkakan pada sisi-sisinya, biasanya terjadi akibat tekanan angin yang tidak tepat atau kerusakan pada bannya. Hal ini ditandai dengan munculnya tonjolan tidak wajar pada bagian permukaan.

Hal ini bisa terjadi pada bagian dalam atau luar ban, dan bisa diperiksa dengan cara melihat kondisi fisiknya secara langsung maupun meraba permukaannya. Apabila terjadi perubahan bentuk seperti muncul cekungan ke dalam ataupun tonjolan ke luar, contoh ciri-cirinya.

Lalu, apa penyebab ban mobil benjol? Penyebabnya bisa bervariasi, sehingga diperlukan inspeksi atau pemeriksaan lebih lanjut. Contoh penyebabnya antara lain yaitu akibat overload (kelebihan beban), tekanan angin tidak tepat, hingga bannya mengalami kerusakan.

Penyebab Ban Truk Bengkak

5 Penyebab Utama Ban Benjol pada Truk

Agar masalah ban bengkak pada truk bisa segera diatasi, maka sebaiknya cari tahu penyebabnya sesegera mungkin. Untuk memahami lebih lanjut tentang berbagai penyebab masalah ini terjadi, simak pembahasan detailnya berikut ini:

1. Beban Terlalu Berat

Penyebab utama ban truk bengkak atau benjol adalah akibat membawa beban terlalu berat. Jika kendaraan terlalu banyak membawa muatan hingga overload, ini dapat menyebabkan beban menjadi tidak merata pada roda mobil.

Hal ini kemudian menyebabkan bagian tertentu dari roda truk menerima tekanan lebih besar daripada bagian lain. Akhirnya, bagian samping ban yang menerima tekanan berlebihan akan mengalami pembengkakan hingga membentuk benjolan.

2. Tekanan Angin yang Tidak Tepat

Tekanan angin yang tidak tepat adalah penyebab lain dari masalah ban truk bengkak yang paling umum terjadi. Jika tekanan angin dalam bannya terlalu rendah, hal ini dapat menyebabkan bagian samping akan menerima tekanan berlebihan.

Karena mengalami tekanan berlebih, maka area tersebut akan mengalami pembengkakan hingga terbentuk tonjolan. Selain itu, tekanan angin yang tidak tepat juga dapat memengaruhi kestabilan kendaraan hingga berdampak pada penurunan efisiensi konsumsi bahan bakar.

Di sisi lain, ketika tekanan angin terlalu tinggi, maka ketebalan dinding bannya akan berkurang hingga membuatnya jadi lebih rentan bocor serta bengkak. Akibatnya, kendaraan jadi sulit dikendalikan karena daya cengkeramnya pada jalan menjadi berkurang.

3. Kerusakan pada Ban Truk

Penyebab selanjutnya adalah kerusakan pada komponen roda truk atau bannya. Kerusakan tersebut dapat terjadi karena benturan dengan benda lain di jalan, seperti trotoar serta batu, atau karena kondisi medan maupun jalan rayanya sangat buruk dan banyak lubang.

Benturan tersebut dapat merusak bagian dalam ban, yang kemudian menyebabkan pembengkakan dan membentuk benjolan pada bagian samping. Selain itu, kerusakan pada ban truk juga dapat terjadi karena penggunaan berlebih atau karena usia bannya sudah tua.

Cara Mengatasinya

ban truk bocor

Setelah mengetahui apa saja penyebabnya, maka pahami juga bagaimana cara mengatasi masalah ini agar tidak menghambat produktivitas menggunakan kendaraan. Setidaknya, berikut ini 4 cara mengatasi ban benjol samping yang penting untuk diterapkan:

1. Mengurangi Beban Truk

Cara paling mudah dan efektif untuk mengatasi ban truk benjol adalah dengan mengurangi beban truknya. Langkah penyelesaian ini dapat dilakukan dengan cara memastikan bahwa kendaraan tersebut tidak melebihi batas muatan yang direkomendasikan oleh pabrikan.

Sebab ketika bebannya dikurangi, maka tekanan pada roda kendaraan juga akan berkurang, sehingga mengurangi kemungkinan pembengkakan atau benjol. Selain itu, tekanan yang merata akan mengurangi gesekan dengan permukaan jalan, sehingga mengurangi keausan.

2. Mengecek Tekanan Angin Secara Berkala

Tekanan angin yang tidak tepat adalah penyebab ban truk bengkak yang paling umum. Untuk mengatasi masalah ini, pengemudi harus memeriksa tekanan angin dalam roda secara teratur dan memastikan bahwa tekanannya sesuai dengan rekomendasi atau standar pabrikan.

Pemeriksaan tekanan angin secara rutin setidaknya harus dilakukan minimal sekali seminggu atau lebih sering jika kendaraan kerap digunakan untuk jarak jauh. Selain itu, pastikan untuk memeriksa tekanan angin sebelum mengemudi, misalnya di pagi hari ketika ban dingin.

Hal ini karena tekanan angin akan mengalami perubahan saat dalam kondisi panas, sehingga dapat memberikan bacaan yang tidak akurat. Jadi apabila ingin memeriksanya, diamkan dulu sejenak hingga suhunya sama dengan suhu lingkungan sekitar, misalnya di pagi hari.

3. Memeriksa Kondisi Ban Secara Rutin

Selanjutnya, pengemudi juga harus memeriksa kondisi ban truk secara rutin untuk mendeteksi dan mengatasi gejala pembengkakan bannya sejak dini. Periksa secara visual setidaknya sekali seminggu ataupun setelah kendaraan melewati jalanan buruk dan berbatu.

Periksa bagian sampingnya untuk melihat tanda-tanda pembengkakan atau benjolan jika ada. Periksa juga untuk memastikan bahwa tidak ada retakan, robekan, atau benda tajam lainnya yang tertanam dalam ban. Jika ditemukan kerusakan, maka segera perbaiki atau ganti baru.

4. Membawa Ban Cadangan

Solusi mengatasi masalah ban truk benjol yang terakhir adalah selalu menyiapkan ban cadangan saat bepergian. Cadangan ini dapat digunakan jika terjadi kerusakan pada roda utama, misalnya jika mengalami pembengkakan atau benjolan akibat 3 penyebab di atas.

Selain itu, pastikan cadangan ini selalu dalam kondisi yang baik dan memiliki tekanan angin tepat sesuai standar. Sedangkan untuk menggantinya, perlu juga disiapkan alat tambahan kunci roda hingga dongkrak untuk menahan beban truk saat akan diganti bannya.

Caranya, lepaskan baut roda terlebih dahulu secara satu persatu menggunakan kunci roda atau kunci pas, serta angkat truknya dengan dongkrak pada bagian bawah. Lalu, lepaskan baut roda dan lepaskan ban truk lama, kemudian ganti dengan cadangan yang sudah disiapkan.

Percayakan Urusan Ban Trukmu ke Yosua Expedition

ban truk untuk muatan berat

Setelah mengetahui apa saja penyebab hingga cara mengatasi masalah ban yang bengkak atau benjol, maka jangan lupa untuk menerapkannya pada truk Anda. Sebagai solusi, percayakan segala urusan terkait servis trukmu pada Yosua Expedition.

Kami menawarkan berbagai jasa perawatan truk melalui bengkel perbaikan yang melayani servis mesin, bagian interior, eksterior, hingga pembersihan oleh montir profesional.

Yosua Expedition dilengkapi olah layanan bengkel perbaikan truk, mulai dari komponen mesin hingga komponen bannya. Untuk mengetahui info layanan serta lokasi bengkel, kunjungi website resminya di yosualogistik.co.id. atau hubungi kami via no wa dibawah ini.  Jadi, untuk mendapatkan perawatan ban truk yang optimal, percayakan kepada Yosua Expedition.

Baca juga : Pentingnya Mengetahui Ukuran Ban Truk untuk Kinerja Optimal

ban truk bocor

Cara Menangani Ban Truk Bocor dengan Tepat dan Cepat

Bagaimana cara menangani ban truk bocor? Ini harus dikuasai oleh pengemudi maupun kenek. Sebab risiko semacam ini bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Pada saat kondisi urgent, dimana tidak ada bengkel tambal ban di sekitar, maka mau tidak mau harus ditangani sendiri.

Ban truk yang bocor bisa menjadi masalah serius bagi pengemudi karena dapat mengakibatkan kecelakaan atau kerusakan pada kendaraan. Oleh karena itu, penting untuk menangani ban truk bocor dengan tepat dan cepat.

Penyebab Ban Truk Bocor

ban truk bocor

Apa yang harus dilakukan ketika ban bocor? Sebelum membahas apa saja yang harus dilakukan, terlebih dulu perlu diidentifikasi apa saja penyebabnya. Rata-rata penyebab utamanya adalah beberapa hal seperti di bawah ini.

1. Tekanan angin tidak stabil karena terlalu rendah atau sebaliknya

Tekanan angin terlalu tinggi menyebabkan ban lebih keras dari seharusnya. Pada saat digunakan untuk melaju di permukaan berbatu akan menyebabkan guncangan berlebih. Sementara jika digunakan untuk melaju kencang di jalanan beraspal dalam kecepatan tinggi berisiko pecah.

Sebaliknya, tekanan angin terlalu rendah menyebabkan kondisi yang juga kurang optimal. Jika digunakan untuk berkendara di jalanan berbatu rentan tertusuk benda-benda tajam seperti kerikil tajam. Hal ini menyebabkan permukaannya sobek sehingga ban truk bocor.

Tekanan angin kurang atau berlebih sama-sama berisiko ketika secara tidak sengaja menabrak permukaan keras. Yaitu menyebabkan sobek atau pecah yang bisa menyebabkan kecelakaan.

2. Benda tajam seperti paku atau batu yang menembus ban

Penyebab lainnya adalah tertancapnya batu, paku atau benda tajam lainnya. Hal ini paling sering terjadi pada ban truk yang digunakan untuk melaju di area perkotaan. Di jalanan sering terdapat paku tajam. Saat terinjak dengan tidak sengaja, maka akan langsung menyebabkan kebocoran.

3. Kondisi ban yang sudah aus atau sudah tua

Kondisi ban truk yang sudah tua juga jadi salah satu penyebab kebocoran. Umumnya memang tidak dituliskan tanggal kadaluarsa, namun sangat disarankan apabila usia pemakaian sudah melebihi 10 tahun segera diganti. Atau melewati 5 tahun harus sudah dilakukan perawatan serta pengecekan rutin.

Namun banyak pengguna masih menggunakan ban tua karena alasan efisiensi biaya. Mengingat harganya mahal jika membeli baru. Bahkan pada saat mengganti tidak dengan yang baru melainkan bekas pakai asal masih layak.

Tanda Ban Truk Bocor

ban truk

Kebocoran akan langsung dirasakan bagi yang sudah berpengalaman dan peka. Bahkan permasalahan kecil seperti tekanan angin kurang saja dapat dirasakan. Namun bagi Anda yang tidak peka, kondisi berikut ini adalah indikasinya.

1. Kondisi ban tampak kempes atau kurang tekanan udara

Dari visualnya, jika menemukan kondisi ban kempes atau seperti kurang tekanan udara maka ini adalah ban bocor. Meski tidak selalu langsung habis sama sekali, kondisi seperti ini harus segera ditangani minimal dengan menambah tekanan udara.

Apabila penambahan menggunakan pompa udara tidak signifikan dan tetap kempes dalam beberapa saat setelahnya, maka perlu segera dilakukan penambalan. Ini berarti terdapat lubang atau sobekan didalamnya.

2. Terdengar suara berisik atau getaran pada ban saat berkendara

Kenyamanan yang berkurang juga merupakan indikasi bahwa terdapat masalah. Salah satunya terdengar suara berisik tidak biasa serta getaran yang tidak biasa. Jika merasakan hal ini sebaiknya Anda segera turun dan memeriksa kondisi kendaraan. Sebab besar kemungkinan terjadi kebocoran.

3. Kendaraan tidak dapat dikendalikan dengan baik atau terasa bergoyang saat melaju

Kondisi ban truk bermasalah juga bisa dirasakan dari kesulitan mengendalikannya. Saat melaju di jalanan lurus beraspal dengan kecepatan menengah hingga tinggi akan terasa goyang. Ini juga menjadi ciri bahwa terjadi kebocoran.

Pada kasus yang ekstrim saat berkendara di jalan tol, sering terdengar seperti ledakan sebelum akhirnya truk seperti goyang. Ini merupakan tanda bahwa terjadi pecah ban sebelumnya.

Apa yang Harus Dilakukan Ketika Ban Bocor?

alat ukur tekanan angin ban truk

Setelah mengetahui penyebab, kemudian cirinya, maka Anda perlu juga tahu apa yang perlu dilakukan. Saat berkendara kemudian kebocoran terjadi, tidak perlu bingung. Lakukan beberapa langkah sederhana berikut ini.

1. Pastikan truk berada di tempat yang aman dan tepat.

Jika merasakan ban bocor segera tepikan kendaraan apabila masih dalam kondisi melaju. Cari tempat aman yang datar untuk memarkirkan kendaraan. Usahakan untuk tidak melakukan pengereman mendadak supaya tidak membahayakan pengendara dan pengguna jalan lainnya.

Jika menggunakan kendaraan transmisi manual, turunkan gigi ke lebih rendah supaya akselerasi berkurang dengan stabil. Kemudian turunkan kecepatan lagi secara perlahan sampai menemukan tempat yang tepat. Jangan lupa untuk menyalakan lampu hazard sebagai tanda bagi kendaraan di belakang.

2. Matikan mesin dan tarik rem tangan.

Setelah menemukan tempat yang aman seperti dijelaskan sebelumnya, segera matikan mesin dan tarik rem tangan agar kendaraan tidak bergerak sendiri. Sebelum keluar pastikan kembali dari segala arah bahwa posisi truk aman tidak mengganggu pengguna lainnya. Dan jika memungkinkan cari tempat ramai.

Hal ini untuk menghindari risiko tindak kejahatan di jalan. Terutama jika sedang berkendara pada malam hari. Jalanan sepi sangat rawan kejahatan seperti begal, rampok dan sebagainya.

3. Periksa kondisi ban dan temukan sumber kebocoran.

Turun, kemudian periksa kondisi kendaraan. Perhatikan masing-masing dari depan hingga bagian belakang untuk mencari mana ban bocor. Tentu saja kondisinya paling kempes, namun jangan hanya berhenti pada satu sumber saja. Bisa jadi sumber kebocoran berasal dari lebih satu.

4. Ganti ban cadangan jika memungkinkan.

Setelah menemukan sumber kebocoran, pertimbangkan dahulu untuk mencari tukang tambal di sekitar. terutama jika kebocoran terdapat lebih dari satu sementara ban cadangan hanya ada satu. Namun jika Anda bisa memperbaiki permasalahan tersebut maka segera lakukan dengan mempersiapkan semua peralatan yang diperlukan.

5. Gunakan peralatan yang tepat seperti dongkrak dan kunci roda.

Jika memutuskan untuk memperbaiki sendiri, segera siapkan semua peralatan yang diperlukan. Diantaranya pasang segitiga darurat, siapkan kunci, ban dan dongkrak. Terlebih dulu putar atau naikkan dongkrak hingga menyentuh bagian bawah kendaraan.

Tujuannya hanya menopang pada saat nanti ban dilepas, bukan untuk mengangkat. Inilah pentingnya berhenti di tempat datar. Ambil kunci paling pas, putar baut dengan gerakan berlawanan arah jarum jam untuk membuka.

Namun pada tahap ini cukup dilonggarkan saja satu persatu sampai semuanya selesai. Kemudian lepaskan ban secara perlahan, tempatkan sedikit lebih jauh supaya mudah memasang cadangannya.

Pasangkan dulu cadangan sesuai lubang baut. Kemudian putar baut searah jarum jam menggunakan kunci yang sama. Pastikan sampai benar-benar kencang untuk menghindari masalah saat nanti digunakan untuk berkendara. Setelah semua baut terpasang, turunkan dongkrak, ambil ban, kumpulkan semua peralatan ke dalam bagasi atau tempat lainnya di truk.

Tahap ini sudah selesai, Anda bisa langsung mencoba hasil penggantian ban truk yang bocor. Cukup mudah bukan? Pelajari juga penyebab ban truk bocor alus dan sering.

Klik disini untuk baca artikel tentang ciri ban truk bocor.

ukuran ban truk

Pentingnya Mengetahui Ukuran Ban Truk untuk Kinerja Optimal

Mengetahui ukuran ban truk akan sangat membantu pada saat diperlukan penggantian. Anda juga memerlukan cadangan selama dalam perjalanan untuk antisipasi apabila dibutuhkan mengganti karena bocor atau meletus. Untuk keperluan ini ukurannya harus sama dengan yang digunakan.

Setiap kendaraan memiliki spesifikasi berbeda terkait ukuran ini. Apabila memaksakan memasang ukuran lebih besar misalnya, maka akan sangat menghambat fleksibilitas. Selain itu tingkat kenyamanan berkendara juga berkurang. Sedangkan truk adalah kendaraan perniagaan yang mobilitasnya tinggi dengan jarak tempuh jauh.

sangat penting untuk memastikan kinerja optimal truk dalam mengangkut beban berat. Pemilihan ukuran ban yang tepat dapat meminimalisir risiko kecelakaan dan kerusakan pada truk.

Mengukur Ukuran Ban

Pengguna tidak perlu melakukan pengukuran ban secara mandiri. Bisa langsung saja mengikuti buku petunjuk manual dari pabrik pada saat akan melakukan penggantian. Ukuran dari ban truk sudah diberikan detailnya.

Berapa ukuran ban truk? Setiap jenis kendaraan memiliki spesifikasi sendiri. Beberapa jenis truk yang digunakan dalam niaga diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Truk Colt Diesel Engkel

Colt Diesel Engkel (CDE) atau Truk Engkel masih tergolong kendaraan ringan atau kecil. Karena masih mampu melewati gang-gang dan bisa masuk ke jalan kecil. Namun itu lebih besar dari pick up. Karena beban muatannya melebihi pick up besarnya.

Kapasitas beban muatannya sekitar 2 sampai 5 ton dan memiliki ruang bak luas. Ukuran dari ban truk engkel menyesuaikan dengan beban muatan tersebut. Kendaraan ini memiliki 4 ban, 2 depan dan 2 belakang. Ukuran standar dari pabriknya adalah 7.50-15, 7.50-16 (750 16).

2. Dump Truck/ Colt Diesel Double / Fuso

Dari tampilan dan bentuknya seolah mirip namun berbeda dari segi volume dan kapasitas muatan. Dimensinya lebih luas dibanding jenis engkel. Colt Diesel Doubel, Dump Truk, serta Fuso memiliki kapasitas muat 4 sampai 10 ton tergantung versi ringan atau medium.

Colt Diesel Doubel atau Dump Truk volumenya sampai 12 CDM sedangkan fuso volumenya lebih besar yaitu mencapai 25 CDM. Colt Diesel Doubel, Dump Truk, Fuso memiliki 6 roda yaitu 2 roda depan, kanan dan kiri dengan ukuran dari ban truk sama yaitu 7.50-16, 10.00-20 (ban 1000 20), 11.00-20 (ban 1100 20).

Kemudian 4 roda belakang terdiri dari 2 double kiri, 2 double kanan dengan ukuran serupa. Ketiganya biasa dipakai untuk sarana pengangkutan hasil tambang dan perkebunan seperti kelapa sawit, kayu, pasir, batu, dan lainnya.

3. Truk Troton / Trintin / Trinton

Ukuran dari ban truk beda lagi. Beban kendaraan ini lebih berat saat memuat kapasitas yang lebih besar daripada versi sebelumnya. Tipe ini sangat laris di pasaran karena fleksibel untuk mengangkut barang-barang logistik dan pertambangan.

Didukung oleh dimensinya yang luas namun ukurannya tidak terlalu panjang. Dengan bentuk bodi seperti itu, kendaraan satu ini mampu melewati jalanan sempit. Ukuran ban truk tronton menggunakan 10.00-20, 11.00-20, 12.00-20.

Dengan spesifikasi ini membuat kendaraan mampu memuat barang 30 CBM dengan beban hingga 10 ton. Jenis kendaraan niaga ini juga dibekali dengan 10 buah ban dari 3 sumbu dengan posisi 2-4-4. Bagian paling depan 1-1 kiri kanan, kemudian belakang 4 kiri 4 kanan.

4. Wingbox

Wingbox adalah tipe armada favorit, karena memiliki banyak keunggulan. Semua sisi yaitu kanan, kiri, belakang dapat dibuka semua. Sehingga memudahkan dalam aktivitas bongkar muat. Ini membuat pekerjaan lebih ringan karena cepat selesai.

Mirip jenis tronton jika dilihat dari sumbu ban. Kapasitas Wingbox sendiri mencapai 20 ton dan bisa lebih tergantung versinya. Sementara untuk ukuran ban truk Wingbox adalah 750-16. 11R22.5, 1000-20.

5. Trailer

Trailer merupakan kendaraan kelas berat yang di gunakan untuk transportasi. Daya angkutnya sangat besar dibanding jenis lain, karena mampu mengangkut muatan sekitar 20 hingga 60 ton.

Memiliki 4 hingga 6 sumbu dengan 16 sampai 26 buah ban. Ukuran ban truk trailer adalah 1000-20, 11. 00-20, 12.00-20. Karena kapasitas besar itulah armada ini selalu digunakan sebagai kargo untuk pengiriman barang-barang besar, ban-ban besar, kendaraan berat, dan banyak lagi.

Truk ini sering mengangkut container atau disebut peti kemas yang menjadi wadah untuk mengirim barang ke tempat tujuan. Armada ini sangat mudah dijumpai di pelabuhan.

Load Index dan Speed Rating

Truk Tronton

Load index adalah kapasitas muat yang berkaitan dengan ukuran dari ban truk. Berapa banyak muatan yang bisa diangkut sudah ada informasinya, tertera pada ban. Jadi dalam menggunakannya untuk perniagaan harus mematuhi batas maksimum tersebut.

Risiko buruk dapat terjadi apabila armada memuat beban melebihi standar dari pabrik. Salah satu bagian yang dirugikan adalah ban. Sebab bagian ini menopang seluruh beban diatasnya, baik bodi armada maupun pada saat memuat beban.

Belum lagi jika armada harus menempuh rute dengan kondisi medan naik turun serta kondisi jalan belum beraspal. Kinerja bagian bawah armada termasuk ban akan jadi lebih berat. Jika kondisi ini terus terjadi bukan tidak mungkin akan memperpendek usia pakai ban.

Sebab penggunaan ekstrim seperti itu berpotensi mengikis ketebalan permukaan. Belum lagi ketika terjadi keterlambatan perawatan seperti tekanan yang kurang standar. Ini juga berpotensi merusak ban, menyebabkan pecah hingga terjadinya kecelakaan.

Load Index harus dipatuhi sesuai spesifikasi ukuran dari ban truk. Bukan bagian ban yang dimodifikasi supaya dapat memuat lebih banyak. Hal seperti ini tidak boleh dilakukan meski alasannya adalah efisiensi waktu serta biaya pengiriman.

Poin selanjutnya adalah speed rating. Fitur ini juga dipengaruhi langsung oleh ukuran ban truk serta load index atau kapasitas muatan. Idealnya jika armada dalam kondisi kosong tidak mengangkut beban maka akselerasinya bisa lebih maksimal.

Selain dapat melaju lebih cepat, efisiensi bahan bakar juga lebih baik untuk armada yang memuat beban ringan-ringan saja. Bagaimana jika setiap hari armada harus memuat beban besar? Tentu akan langsung berpengaruh terhadap kecepatan.

Jika spesifikasi speed rating makin tinggi, maka kemampuannya menahan beban jadi lebih rendah. Sampai saat ini belum ada produk ban yang dikhususkan untuk overtonase. Sehingga jika bebannya berat, maka tidak menutup kemungkinan laju kendaraan lebih lambat, kinerja ban jadi lebih berat.

Berapa Ukuran Ban Truk Tronton?

dimensi truk tronton

Jenis armada yang dilengkapi dengan 6 ban ini memiliki ukuran 10.00-20, 11.00-20, 12.00-20. Cukup ideal digunakan sebagai transportasi pengiriman barang ke luar kota hingga luar provinsi.

Dengan ukuran ban standar sesuai spesifikasi pabrik, armada ini lebih dipilih para pengusaha karena fleksibilitasnya untuk mengangkut semua jenis barang. Cukup ideal mendukung proses muat dan kirim barang juga dilihat dari dimensi, ukuran dari ban truk dan tampilannya yang kompak.

Sehingga fleksibel untuk berbagai tujuan. Masih banyak lagi info terkait armada ini dan ukuran dari ban truk. Pelajari juga cara mengetahui dimensi truk tronton dalam ekspedisi.

Klik disini untuk baca artikel tentang Ukuran ban truk tronton.

ban truk

Pilih Ban Truk Sesuai Kebutuhan dan Tekanannya

Memilih ban truk harus tepat karena berkaitan langsung dengan keselamatan. Apalagi untuk truk yang difungsikan sebagai pengangkut muatan berat. Spesifikasinya berbeda dengan truk biasa yang digunakan untuk beban ringan.

Bodinya yang besar membutuhkan jenis ban besar juga untuk menopang beban kendaraan serta muatan. Selain pemilihan yang tepat, memeriksa tekanan sebelum digunakan untuk pengiriman barang atau mobilitas lainnya juga tidak kalah penting.

Pemilihan yang tepat penting untuk kenyamanan dan keamanan selama berkendara. Selain itu, pemilihan tekanan ban yang sesuai juga mempengaruhi performa truk.

Kenali Kebutuhan

Cara memilih ban truk yang pertama adalah menyesuaikan dengan kebutuhan. Apakah kendaraan truk akan digunakan untuk angkutan jarak jauh dengan muatan berat, atau tidak. Ini sangat berkaitan dengan usia pakai ban.

Jika menggunakan jenis standar yang biasa dipakai di jalanan kota, kemudian diharuskan masuk jalur pedesaan dengan kontur jalan ekstrim maka usia pakai makin singkat. Sebab gesekan lebih besar dengan permukaan tanah atau jalanan.

Perlu dilakukan diversifikasi mana truk untuk pengangkutan atau pengiriman area perkotaan, mana untuk daerah pelosok desa. Apabila kendaraan akan digunakan untuk area perkotaan atau luar kota yang kondisinya lurus beraspal paling ideal menggunakan ban truk on road.

Sebaliknya, untuk jalur dengan kontur naik turun, berbatu, berlumpur, pasir maka pilih jenis off road. Paling mudah menentukan pilihan sesuai tapaknya. Setidaknya ada 3 macam.

1. Rib

Tapak ini memiliki pola rib melingkar seperti cacing atau rongga berbentuk S paralel di sepanjang sumbu. Dirancang untuk permukaan jalan yang keras, seperti aspal dan beton. Memiliki stabilitas arah yang baik, namun performanya kurang saat digunakan mengerem di medan basah.

2. Lug

Pola lekukannya tegak lurus terhadap lingkar ban. Memiliki traksi tinggi, digunakan sebagai penggerak kendaraan komersial dan kendaraan 4×4 yang sengaja dirancang untuk jalan tanah dan lumpur.

3. Mix

Menggabungkan fitur lug dan rib, ban truk untuk muatan berat ini memiliki tapak berpola S di sepanjang sumbu dan alur tegak lurus. Cocok untuk melaju di jalan beraspal dan jalan tanah, memiliki kemampuan off-road yang baik, sehingga kinerjanya seimbang dan cocok untuk menerjang jalan beraspal dan tanah dalam perjalanannya.

Berapa tekanan ban truk Canter? Ukuran bagian depan yang disarankan adalah 65-80 Psi. Sementara bagian belakang adalah 100-120 Psi. Lebih jelasnya ada dalam manual book, Anda bisa memeriksa tekanannya secara berkala sebelum digunakan.

Ukuran Ban

alat ukur tekanan angin ban truk

Ukuran juga jadi salah satu yang harus dipertimbangkan saat memilih. Tidak disarankan menggunakan ukuran hasil modifikasi di bawah standar pabrik. Sebab bisa berpengaruh terhadap kekuatan membawa muatan, juga keselamatan di jalan.

Setiap kendaraan memiliki standar ukuran tersendiri. Label angka serta huruf yang tertulis pada ban truk memiliki arti.

1. Tipe

Sebagai contoh kode huruf ‘LT’, baik di awal atau di akhir kode ini menunjukkan ban dirancang untuk truk ringan. Umumnya membutuhkan tekanan inflasi yang lebih tinggi daripada spesifikasi kendaraan penumpang.

2. Ukuran lebar

Di samping huruf ‘P’ ada 3 angka contoh: P215/65 R15. Angka menunjukkan lebar diukur dalam milimeter dari kedua dinding samping.

3. Aspek rasio

Dua 2 angka setelah garis miring disebut aspek rasio. Merupakan perbandingan antara tinggi penampang dengan lebarnya. Misalnya P215/65 R15, 65 berarti tinggi tersebut sama dengan 65% lebar.

4. Diameter roda

Label pada sebuah ban truk untuk muatan berat juga memiliki arti diameter roda atau ukuran roda yang diukur dari ujung yang satu ke ujung lainnya. Contoh, P215/65 R15, maka diameter rodanya adalah 15.

Kendaraan yang digunakan untuk keperluan niaga, dengan tugas membawa muatan berat dan jarak tempuh jauh sangat penting memperhatikan ukuran. Apabila kurang dari standar, maka harus dikonversikan lagi berapa beban yang sanggup ditopang.

Kemudian juga harus memperhitungkan efisiensi bahan bakar karena penggunaan aspek lain yang kurang standar. Belum lagi risiko berkendara, seperti pecah saat digunakan dalam akselerasi maksimum, melaju di atas medan curam dan sebagainya.

Indeks Bahan dan Kecepatan

Pemilihan ban truk untuk muatan berat perlu juga memperhatikan indeks bahan dan kecepatan. Pada dasarnya informasi ini sudah tertera pada label setiap ban.

1. Indeks Beban atau Load Indeks

Di samping 2 angka diameter roda, adalah indeks beban maksimum yang dapat ditopang oleh ban bila dipompa dengan benar. Contoh P215/65 R15 91, berarti 91 merupakan indeks beban.

Namun bukan berarti 91 kg yang dapat ditopang oleh kendaraan. Untuk memastikan berapa nilai aktual beban yang bisa diangkut dengan aman Anda harus membaca dari tabel. Untuk indeks 91, artinya kendaraan mampu menopang sebesar 615 kg.

Tidak perlu bingung menentukan berapa besar beban untuk masing-masing ban truk. Cari melalui internet banyak tersedia tabel beban lengkap.

2. Tingkat Kecepatan

Simbol kecepatan, speed index, atau kode kecepatan tertulis dalam bentuk huruf alfabet yang menunjukkan batas maksimum kecepatan saat membawa beban (sesuai spesifikasi standar) selama 1 jam terus menerus. Patokannya sama baik untuk mobil, truk atau jenis kendaraan lain.

Speed Index Dalam Km/Jam
A1 5
A2 10
A3 15
A4 20
A5 25
A6 30
A7 35
A8 40
B 50
C 60
D 65
E 70
F 80
G 90
J 100
K 110
L 120
M 130
N 140
P 150
Q 160
R 170
S 180
T 190
U 200
H 210
V 240
W 270
Y 300
VR >120

 

Dari tabel di atas sudah jelas batasan maksimumnya. Jadi dalam penggunaan kecepatan tidak boleh melebihi standar yang disarankan. Sebab tidak sesuai dengan spesifikasi ban truk. Hal ini akan membahayakan kendaraan terutama jika membawa muatan berat.

Tekanan Ban

ban truk untuk muatan berat

Tekanan merupakan salah satu aspek perawatan yang perlu dilakukan setiap hari. Sebelum digunakan, setiap kendaraan wajib diperiksa tekanannya untuk menghindari masalah selama perjalanan.

Setiap pabrikan sudah memiliki standar sendiri mengenai hal ini. Jadi sebetulnya pengguna atau pengemudi cukup mengikuti saja. Apabila kurang bisa ditambahkan, sebaliknya apabila berlebih bisa dikurangi.

Secara umum, tekanan ban truk depan dan belakang berbeda. Untuk lebih jelasnya mengenai hal ini bisa dibaca dari buku manual. Satuannya adalah Psi, Pounds per Square Inch. Penting sekali mematuhi rekomendasi agar kinerja selalu optimal.

Saat tekanan berlebih di atas rekomendasi, risikonya adalah terjadi kehausan di bagian tengah. Jika menabrak lubang atau benda keras bisa pecah, ini sangat membahayakan pengemudi dan kendaraan lain.

Tekanan berlebih juga berdampak terhadap kendali berkendara. Kendaraan seperti melayang sehingga sulit dikendalikan. Bagaimana jika kurang? Ban tidak dapat menapak secara merata dengan semua sisinya di permukaan jalan sehingga memperbesar gaya gesek.

Jika ini terjadi maka akan mudah panas hingga meledak saat digunakan. Velg jadi mudah bengkok jika menabrak benda keras secara tidak disengaja. Juga mengurangi usia pemakaian yang tentu saja menambah biaya perawatan ban.

Begitu pentingnya memilih sesuai kebutuhan termasuk menyesuaikan tekanan. Pelajari juga cara pilih ban truk untuk muatan berat agar tidak salah beli.

Klik disini untuk baca artikel tentang Ban Truk .

ganjal ban truk

Cara Mudah Ganjal Ban Truk pada Dataran Miring

Menjadi pengemudi truk, terutama untuk mengangkut barang dari satu kota ke kota lain harus paham mengenai cara ganjal ban truk. Jadi, bukan hanya perkara menjalankan kendaraan besar itu saja, tapi mesti paham bagaimana cara memarkirkannya di berbagai kondisi dataran.

Dataran di Indonesia tidak selalu rata, terkadang ada jalan tanjakan maupun turunan. Apalagi untuk perjalanan antar kota, tidak selalu bisa dilalui dengan jalanan lempeng dan nyaman. Hal inilah yang membuat pengemudi truk harus memiliki keahlian ekstra.

Salah satunya dalam hal memarkir dan menggunakan ganjalan untuk ban truk. Sebab apabila keahlian ini kurang dikuasai, maka akan berbahaya. Bisa saja kendaraan kehilangan keseimbangan dan lepas kendali ketika diparkirkan atau komponen di dalamnya rusak.

Sulitnya Ganjal Ban Truk Saat Berada di Tanjakan

dimensi truk tronton

Memarkirkan atau berhenti di jalanan menanjak sebenarnya berbahaya. Namun, hal ini seringkali terjadi karena berbagai alasan. Salah satunya karena kerusakan mesin sehingga truk tidak mampu menanjak.

Jika hal ini terjadi, maka truk tidak bisa naik atau turun dan terpaksa parkir. Selain itu, ada alasan kemacetan, ban yang aus sehingga tidak mampu menopang isi muatan berat, dan berbagai alasan lainnya.

Apapun alasannya mengganjal ban truk di tanjakan atau dataran miring tidak mudah dan bisa dikatakan berbahaya. Namun, kebanyakan pengemudi tidak memiliki pilihan, sebab dalam keadaan darurat, mau tidak mau harus parkir dan memanfaatkan ganjalan pada roda kendaraan.

Setiap pengemudi bisa saja mengalami keadaan darurat ini dan dapat terjadi kapan saja. Apabila terjadi, risikonya cukup besar, bukan hanya kerusakan komponen, tapi juga dapat menyebabkan kecelakaan.

Kesulitan ganjal ban truk ini akan diperparah apabila Anda tidak mempersiapkan peralatan untuk keadaan darurat tersebut. Seperti perkakas perbaikan juga alat ganjal ban.

Kerugian Akibat Parkir di Dataran Miring pada Truk

ukuran bak truk tronton

Lebih jauh dapat dikatakan bahwa ketika Anda memarkir truk atau kendaraan roda empat lainnya di dataran miring akan menimbulkan banyak risiko. Risiko yang paling umum adalah kerusakan pada komponen kendaraan.

Hal ini disebabkan komponen dalam kendaraan harus bekerja lebih keras sebab kondisinya tidak normal. Bagian yang akan diserang pertama kali adalah rem. Sebab saat memarkir rem tangan dipasang dalam keadaan on untuk menahan agar roda tidak bergerak

Kemudian permasalahan akan bertambah ke bagian roda, sebab bagian ini berhubungan langsung dengan rem. Ban truk terbuat dari apa? Cukup kuatkah untuk bertahan di tanjakan. Meskipun terbuat dari karet yang tebal dan berlapis, tapi lama kelamaan roda truk akan aus.

Indikasinya, ketika putaran roda juga menjadi lebih berat yang disebabkan kemampuan rem menurun. Maka Anda perlu waspada dalam kondisi ini risiko ban aus dan slip lebih tinggi sehingga faktor risiko kecelakaan pada pengemudi juga meningkat.

Jika sudah begini, periode berapa lama ban truk harus diganti yang normal tidak bisa digunakan. Sebab kondisi roda bekerja keras sehingga menyebabkan lebih cepat aus dan harus lebih cepat diganti.

Selain mempercepat kerusakan komponen dan berbahaya, memarkir truk di tanjakan juga menyulitkan. Anda harus menggunakan ganjalan untuk menahan roda sehingga tidak berputar dan membuat truk mundur.

Kebanyakan orang menggunakan balok kayu untuk ganjal ban truk dalam keadaan darurat. Namun, melakukannya cukup sulit dan tidak bisa dikerjakan oleh satu orang saja. Kesulitannya, ketika Anda tidak punya pendamping, maka harus meminta bantuan dari luar.

Cara Ganjal Ban Truk dan Parkir di Dataran Miring

truk Mitsubishi colt diesel

Kondisi darurat harus parkir di area dataran miring atau tanjakan memang sering kali tidak terelakkan. Para sopir sangat sering menemukan keadaan ini dan harus bisa mengatasinya. Berikut adalah beberapa tips parkir di dataran miring dan cara ganjal ban agar tidak meluncur:

1. Pastikan Posisi Kendaraan di Tepi

Langkah pertama adalah memastikan bahwa kendaraan berada di bagian tepi jalan agar tidak mengganggu kendaraan lainnya. Posisikan kendaraan ke tepian tapi tidak sampai mengganggu akses pejalan kaki.

Anda perlu memastikan kendaraan lain yang ingin mendahului atau berada di haluan kanan tidak terganggu karena proses parkir dan ganjal ban truk. Perhatikan posisi parkir sebab kendaraan pengangkut berukuran besar dan pasti akan memakan banyak tempat.

2. Aktifkan Rem Tangan

Langkah kedua adalah mengaktifkan rem tangan. Hal ini perlu dilakukan agar kendaraan tidak bergerak maju atau mundur. Terutama di jalanan ramai, pengaktifan rem harus langsung dilakukan setelah mendapatkan posisi parkir terbaik.

3. Pindahkan Tuas Transmisi ke Posisi Gigi 1

Sebelum melakukan ganjal ban truk, Anda perlu memastikan bahwa tuas transmisi telah berada di posisi gigi 1 jika berada di tanjakan. Apabila berada di turunan harus berada pada gigi mundur.

4. Putar Roda Depan

Jika berada di posisi tanjakan, roda depan harus diarahkan atau diputar hingga sisi belakang salah satu roda depan menyentuh trotoar atau bidang lebih tinggi dari jalan.

Sebaliknya roda depan harus diputar hingga sisi bagian depan menyentuh trotoar atau bidang lebih tinggi dari jalan, jika dalam posisi turunan.

5. Ganjal Ban Truk

Terakhir mengganjal roda baik bagian depan maupun belakang dengan alat pengganjal maupun ganjalan darurat. Apabila lokasi parkir sangat terjal dan licin, maka tambahkan ganjalan dengan bentuk menyilang.

Misalnya roda depan diganjal ke arah depan kiri, dan bagian roda belakang diganjal ke arah belakang kanan. Fungsinya agar ganjalan menjadi lebih solid, kuat, dana man.

Alat yang Bisa Digunakan untuk Ganjal Ban Truk

Bagian penting untuk memastikan posisi parkir kendaraan di dataran miring aman adalah memastikan pengganjalnya benar-benar solid dan kuat. Oleh sebab itu, hanya alat-alat tertentu yang dapat digunakan untuk mengganjal roda, terutama roda truk karena ukurannya besar.

Beberapa alat berikut bisa digunakan sebagai ganjalan roda dalam kondisi parkir di tanjakan maupun turunan:

1. Karet Ganjalan

Benda apa yang bisa mengganjal ban mobil? Salah satunya adalah karet ganjalan atau rubber wheel chock. Ini adalah pengaman untuk semua jenis kendaraan agar roda tidak bergeser saat parkir maupun ketika dilakukan perbaikan.

2. Balok Kayu

Alat berikutnya adalah balok kayu, biasanya berbentuk segitiga atau lancip di salah satu sisinya agar bisa menahan roda dengan baik. Harus terbuat dari kayu yang kuat dan solid agar bisa menahan pergerakan ban.

3. Batu

Anda juga bisa menggunakan batu untuk ganjal ban truk, tapi ukuran batunya harus pas sehingga dapat mengganjal bagian roda dengan tepat. Namun, penggunaan batu lebih berisiko dan kemungkinan ganjalan terlepas sangat tinggi.

4. Alat Khusus Penahan Ganjal Roda

Anda juga bisa mempersiapkan alat penahan ban kendaraan sebagai antisipasi keadaan darurat. Ada berbagai produk penahan ban ini dengan berbagai ukuran disesuaikan jenis kendaraannya.

Kondisi darurat memang tidak memandang waktu dan tempat, bisa terjadi di saat-saat paling menyulitkan. Misalnya truk mengalami kerusakan di tanjakan maupun turunan sehingga harus segera menepi dan diparkirkan.

Dalam kondisi seperti ini, keahlian sopir dalam menangani keadaan darurat sangat dibutuhkan yaitu bagaimana cara memarkirkan truk dengan benar.

Yosua Logistik melayani perbaikan truk dan juga penyewaan kendaraan pengangkut logistik. Hubungi Yosua Logistik setelah berhasil memarkirkan dan ganjal ban truk dengan baik untuk mengatasi permasalahan perbaikan kendaraan logistik Anda.

Untuk informasi selanjutnya kujungi website https://yosualogistik.co.id/ atau hubungi via WA.

Baca juga: Cara Pilih Ban Truk untuk Muatan Berat Agar Tidak Salah Beli

ban truk untuk muatan berat

Cara Pilih Ban Truk untuk Muatan Berat Agar Tidak Salah Beli

Memilih ban truk untuk muatan berat memang tidak bisa sembarangan. Jika salah membeli, risikonya adalah dampak kecelakaan saat berkendara. Oleh karena itu, ada banyak aspek dalam memilih ban truk, terutama untuk muatan berat.

Mulai dari tipe, kualitas, keunggulan, hingga harga bannya adalah contoh aspek penting yang harus Anda perhatikan agar tidak salah beli. Dengan memilih produk berkualitas terbaik, risiko kecelakaan akibat ban tidak sesuai spesifikasi kendaraan bisa dihindari.

Sebagai kendaraan berat, mengendarai truk memang lebih sulit serta memiliki risiko lebih besar dari kendaraan lain seperti motor atau mobil biasa. Sebab jika mengalami kecelakaan, maka dampaknya tidak hanya dirasakan pengemudi saja, namun pengguna jalan lainnya.

Oleh sebab itu, penting sekali bagi semua pengendara kendaraan berat seperti truk untuk memilih komponen terbaik bagi truk, terutama komponen bannya. Apabila terjadi kerusakan, sebaiknya segera perbaiki atau ganti dengan komponen baru.

Dampak Salah Pilih Ban Truk untuk Muatan Berat

ban truk

Jika salah memilih ban truk untuk muatan berat, maka dampak utamanya adalah risiko pecah atau meledak akan semakin besar. Hal ini karena tekanan roda pada truk memang lebih tinggi dari tekanan pada mobil biasa, sehingga dampaknya juga lebih besar.

Pada kendaraan muatan berat, bannya bisa meledak jika dindingnya mulai melemah, baik karena terkena lubang, karena bergesekan dengan bagian truk, atau karena terlalu panas. Jika sampai meledak, maka bodi, fender, selang udara, rem, hingga pelek truknya akan hancur.

Apalagi, dinding ban truk untuk muatan berat adalah komponen yang sangat tipis, dan dapat tercerai berai seiring putaran roda. Akhirnya, casing dan bongkahan karetnya akan lepas atau terlepas dari pelek, hingga berpotensi membahayakan pengguna jalan lain.

Selain itu, jika terjadi ledakan maka truknya akan berguncang dan bergulir ke arah ledakan, sehingga kemudi akan menjadi lebih berat. Dampaknya, bobot kendaraan akan terasa jatuh ke permukaan jalan sebab tidak ada lagi komponen penahan.

Penyebab Ban Truk Muatan Berat Pecah atau Meledak

bengkel truk terdekat

Lalu, sebenarnya apa penyebab ban truk meledak? Penyebab ledakan ini dapat bermacam-macam, namun penyebab utamanya adalah karena salah memilih roda atau bannya. Untuk meminimalisir dampak kecelakaan, sebaiknya pahami apa saja penyebabnya berikut ini:

1. Kombinasi velg dan bannya tidak proporsional

Jika salah memilih ban yang tidak sesuai dengan ukuran velg tetapi, akibatnya beban yang ada akan melebihi kapasitas. Sehingga, bannya menjadi mudah retak, pecah, atau benjol.

2. Beban muatannya terlalu berat

Semakin banyak beban, maka tekanan pada ban truk untuk muatan berat juga semakin besar. Tekanan tersebut akan memaksanya bekerja keras melampaui batas ketahanan, sehingga berisiko pecah sewaktu-waktu.

3. Sela-sela ukiran ban jarang dibersihkan

Salah satu kesalahan atau kelalaian para pemilik kendaraan berat adalah jarang membersihkan sela-sela pada ukiran bannya dari kerikil kecil dan tajam. Padahal, kerikil tersebut sangat berpotensi menusuk dan merusak roda.

4. Ban murah yang sudah kadaluarsa

Saat membeli ban truk untuk muatan berat, sebaiknya jangan mudah tergiur oleh harga murah. Produk harga murah umumnya memiliki kualitas jelek atau bahkan sudah kadaluarsa dan terlalu lama disimpan, sehingga kering atau getas dan rentan pecah.

5. Sering melalui medan buruk

Terlalu banyak hentakan keras akibat medan buruk atau lubang di jalan dapat merusak sistem suspensi dan kondisi bannya sehingga semakin cepat rusak. Pasalnya, benturan keras antara ban dengan dinding lubang jalan akan merusak rajutan kawat baja pelindung dinding bannya.

Panduan Cara Pilih Ban Truk Muatan Berat Agar Tidak Salah Beli

ban truk

Umumnya, truk memiliki roda lebih banyak, sekitar 16-24 tergantung jenisnya. Tahukah Anda mengapa ban truk lebih banyak? Ini karena gaya berat truk lebih besar dari mobil biasa. Lalu, bagaimana cara memilih ban terbaik untuk truk muatan berat? Berikut panduan lengkapnya.

1. Sesuaikan dengan kode maksimum beban

Saat memilih ban truk untuk muatan berat, Anda juga wajib selalu membaca kode yang tersemat pada bannya. Namun, perlu Anda perhatikan cara membaca kode pada roda truk berbeda dengan mobil biasa.

Contoh untuk kode seperti 16PR 146/143 J, Anda dapat mengetahui speed index (kecepatan maksimal) dan load index (maksimum beban muatan). Jika bannya menggunakan kode R, itu berarti tipe tersebut memiliki konstruksi radial.

2. Pilih berdasarkan jenis

Berdasarkan jenis konstruksinya, ban kendaraan berat terdapat dua jenia yaitu ban radial dan bias. Tahukah Anda apa perbedaan ban bias dan ban radial? Tipe radial terbuat dari baja dengan tapak lebih kaku sehingga lebih lentur dan tahan guncangan.

Sedangkan tipe bias terbuat dari benang/nylon dan lebih cepat panas, namun konstruksinya lebih kuat untuk menahan beban berat. Keduanya memiliki keunggulan masing-masing, sehingga cukup sesuaikan dengan kebutuhan Anda saat berkendara.

3. Cek tekanan anginnya

Selain mengetahui load index maksimum sesuai kode yang tertera, Anda juga wajib mengecek tekanan angin pada ban truk untuk muatan berat. Caranya, periksa ada berapa banyak star rating yang tersemat. Semakin banyak bintangnya, maka tekanan angin akan semakin tinggi.

4. Pilih berdasarkan tapaknya

Tapak roda truk terdiri atas beberapa jenis tergantung pada jenis jalanannya. Mulai dari jenis ban rib, lug, smooth, block, rock, hingga traction, yang bisa dipilih sesuai medan. Misalnya, jenis tapak traction memiliki daya cengkram yang cocok untuk kondisi jalanan basah.

5. Pilih berdasarkan kegunaannya

Berdasarkan kegunaannya, ban truk untuk muatan berat bisa diklasifikasikan menjadi beberapa kategori. Ada yang untuk penumpang, truk ringan, truk bus, kendaraan alat berat atau OTR, mesin pertanian, kendaraan industri, dan lain sebagainya.

Masing-masing memiliki spesifikasi khusus, sebab beban yang ditanggung juga berbeda. Apabila kendaraan akan digunakan untuk keperluan muatan berat seperti alat-alat industri, pertanian, atau lainnya, maka sebaiknya gunakan ban dengan load maximum lebih tinggi.

Pilihan Jenis Ban Mobil untuk Muatan Berat atau Truk

Selain berdasarkan konstruksi bannya, yaitu tipe radial dan bias, ban truk untuk muatan berat juga bisa diklasifikasikan menurut jenis tapaknya. Berdasarkan jenis tapak, berikut ini 6 jenis ban mobil yang bisa Anda pilih:

  • Tapak rib, yaitu memiliki pola atau alur yang dapat mengendalikan air, sehingga cocok untuk melewati jalanan basah serta genangan karena mampu meminimalisir selip atau gesekan.
  • Tapak lug, yaitu memiliki pola atau alur tegak lurus secara menyeluruh yang melingkari bannya, sehingga tahan digunakan melalui jalanan berbatu kecil atau berkerikil.
  • Tapak smooth, sesuai namanya jenis ini tidak memiliki pola/alur, dan biasa digunakan pada loader area tambang bawah tanah.
  • Tapak block, karakter polanya hampir mirip dengan tapak tib, namun mampu mengontrol pengereman dengan baik sehingga cocok untuk kondisi jalanan beraspal serta tanah gembur.
  • Tapak rock, memiliki pola berupa rock pattern, didesain khusus agar tahan terhadap bebatuan tajam sehingga tidak mudah aus.
  • Tapak traction, didesain untuk kendaraan berat yang butuh daya cengkeram kuat, misalnya untuk melalui jalanan becek, basah, atau berlumpur.

Sebagai kendaraan berat, truk memang berisiko tinggi mengalami kecelakaan lalu lintas. Agar keamanan berkendara selalu terjaga, Anda dapat mempercayakan kondisi keselamatan truk serta kondisi bannya pada Yosua Logistik.Yosua Logistik memiliki layanan bengkel untuk membantu menjaga performa kendaraan berat Anda tetap prima.

Untuk memilih serta merawat ban truk untuk muatan berat, cukup hubungi kami via WA  atau kunjungi websitenya di laman https://yosualogistik.co.id/.

Baca juga : Cara Merawat Ban Truk Besi Tronton